Oleh Bayu Bramantyo
SEIRING dengan kemajuan teknologi, banyak orang menggunakan ponsel, flashdisk, dan laptop untuk menyimpan data pribadi. Data sensitif seperti foto atau video pribadi dan data keuangan perusahaan seharusnya terlindungi dari akses orang lain tanpa izin.
Banyak kasus merugikan yang timbul akibat keteledoran pemilik gadgetdalam menyimpan data. Jual-beli ponsel bekas merupakan salah satu aktivitas yang memungkinkan perpindahan data tanpa penting kita sadari. Apalagi bila kita kehilangan laptop dan flashdisk.
Sebaiknya ponsel tidak dipinjam-pinjamkan ke siapa pun, termasuk teman. Bukan bermaksud mencurigai, tetapi bisa saja teman tidak sengaja menghapus data penting yang kita simpan. Atur agar kartu memori dan ponsel secara otomatis terkunci oleh password bila tidak digunakan.
Pada ponsel berbasis Symbian (Nokia, SonyEricsson), penguncian otomatis dapat dilakukan melalui menu “Phone Setting”, kemudian masuk ke “General” lalu “Security”. Disana kita dapat menentukan password, serta menentukan dalam berapa lama penguncian otomatis akan aktif.
Sementara penguncian kartu memori dapat dilakukan melalui menu “Memory”, kemudian atur password pada “Set password”.
Dengan melakukan kedua tindakan pengamanan tersebut, apabila ponsel kita dicuri atau hilang maka data akan tetap aman karena tetap terkunci oleh password yang telah kita atur.
Enkripsi
Bagaimana dengan pengamanan flashdisk? Sebaiknya jangan gunakan flashdisk untuk menyimpan data permanen (arsip) karena peranti ini sering dibawa-bawa sehingga data sangat berisiko rusak.
Gunakan software enkripsi drive sehingga data kita aman terlindungi. Dengan menggunakan aplikasi TrueCrypt, kita dapat mengatur password untuk mengunci flashdisk.
Sementara untuk melindungi laptop, pastikan akun kita telah dilindungi password. Pada Windows Vista dan Windows 7, pengaturan password dapat dilakukan melalui menu Start dengan mengetik kata “password”, kemudian memilih “Change your Windows password”.
Atur agar secara otomatis Windows menanyakan password bila tidak digunakan untuk beberapa lama. Dengan Windows Vista dan Windows 7, kita cukup mengetik “password” di menu Start, kemudian pilih “Set screensaver password”.
Penguncian data pribadi juga bisa dilakukan dengan menggunakan software enkripsi. Ada berbagai pilihan, salah satu yang gratis dan mudah dipakai adalah AxCrypt.
Untuk data yang tidak terlalu penting, kita dapat dengan mudah melakukan klik kanan pada file kemudian pilih “Encrypt” dengan password yang kita inginkan.
Tetapi bila ingin melindungi data yang bersifat sangat pribadi dan penting, sebaiknya menggunakan fitur enkripsi dengan menggunakan file sebagai kuncinya. Jadi file yang telah dilindungi samasekali tidak dapat dibuka tanpa memiliki file kunci khusus.
File kunci khusus ini sebaiknya bukanlah file yang umum dimiliki orang seperti lagu unduhan dari Internet. Agar file kunci ini mudah diingat dan ditemukan, kita dapat menggunakan salah satu file koleksi foto keluarga yang kita simpan di laptop.
Software yang digunakan dalam artikel ini semuanya bersifat gratis (freeware) dan dapat dengan mudah ditemukan melalui google atau dengan mengunjungi website http://wp.me/pL8J5-2M. Selamat mencoba.
-

Leave a Reply