Huawei Jajal Pasar GSM
Headline Seluler May 15th, 2010Oleh Asep BS
SELAMA ini orang mengenal Huawei sebagai produsen modem USB dan ponsel CDMA yang dibundling atau dipaket dengan berbagai operator ternama. Hampir semua modem USB bundling yang dipasarkan di Indonesia seperti Telkomsel Flash, Axis , serta Indosat Matrix Broadband dan IM2, adalah keluaran Huawei seperti seri E160G dan E155G.
Sementara di segmen ponsel CDMA, operator Esia sudah sejak lama menggunakan handset hasil produksi perusahaan mobile device yang berdiri di Shenzhen, China, sejak 1988 ini.
Kenyataannya memang demikian. Sejak hadir di Indonesia pada tahun 2000, Huawei lebih fokus pada kedua segmen tersebut dan berhasil memimpin pasar CDMA di Indonesia. Sejak 2004 hingga sekarang, total pendapatannya melampaui 150 juta dolar AS dengan total pengapalan <I>handset<P> CDMA lebih dari 12 juta unit.
“Berkat progres penjualan yang luar biasa, kami menduduki posisi pertama dalam market share CDMA di Indonesia dan posisi ketiga di dunia,” ungkap Mike Liu, Direktur Terminal Department PT Huawei Tech Investment, dalam workshop pemaparan produk terbaru di Jakarta, Rabu (12/5) lalu.
Melihat pasar yang terus berkembang, segmen ponsel GSM mulai dilirik. Beberapa produk baru GSM kini mulai dipasarkan tanpa sistem bundling sehingga konsumen lebih bebas menentukan pilihan operator selulernya. Di antaranya adalah seri G6600 Passport, U9130 Compass, G6611 Hattrick, dan G6110 Torch.
“Sebenarnya, sejak awal kami sama-sama memproduksi <I>handset<P> CDMA dan GSM. Hanya saja, operator-operator CDMA lebih dulu melakukan kerja sama dengan sistem bundling sehingga ponsel CDMA menjadi prioritas untuk ditawarkan di Indonesia,” papar Liu.
Piala Dunia
Dari keempat ponsel baru yang disebutkan di atas, seri G6611 Hattrick memiliki daya tarik tersendiri. Mendengar namanya saja, asosiasi kita tentu mengarah pada sepak bola.
Ya, ponsel ini memang dikemas untuk memenuhi kebutuhan informasi atau konten yang berkaitan dengan hajatan akbar Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan pertengahan Juni mendatang. Penggila bola akan dengan mudah mendapatkan informasi terkini.
Berbagai informasi seperti jadwal, foto, analisis, dan hasil pertandingan dapat diakses secara real time lewat aplikasi yang disediakan secara khusus dalam ponsel ini. Kontennya tidak sekadar shortcut ke situs resmi namun berupa aplikasi khusus.
Hattrick baru akan dilempar di pasaran Indonesia awal bulan depan. Belum ada informasi mengenai harga secara resmi, namun disinyalir masih berada di bawah Rp 1 juta.
Kehadiran Huawei di segmen GSM non-bundling semakin meramaikan persaingan dunia seluler di Tanah Air, sehingga diharapkan para produsen berlomba meningkatkan mutu ponsel dengan harga yang semakin terjangkau.
“Melihat keberhasilan ponsel CDMA kami selama ini, Huawei opitismis juga dapat bermain cantik di segmen GSM di Indonesia. Apalagi, kami mengutamakan mutu dan memiliki service center resmi yang tersebar di berbagai kota,” ujar Mike Liu.



