Oleh Bayu Bramantya

DI Jepang ada penyanyi terkenal bernama Hatsune Miku yang memiliki arti suara masa depan yang pertama. Uniknya, penyanyi terkenal ini bukanlah manusia melainkan sebuah software atau perangkat lunak dari sebuah perusahaan musik terkenal yang disebut Vocaloid2. Hanya dengan memasukkan nada dan lirik, kita dapat membuat komputer bernyanyi.
Hatsune Miku sendiri merupakan penyanyi yang pertama muncul di Vocaloid2. Suaranya dibuat dari sampling suara penyanyi terkenal Jepang bernama Saki Fujita. Meskipun suara nyanyian Hatsune Miku didesain untuk menyayikan lagu jenis J-Pop, banyak pengguna Vocaloid2 yang bisa membuat Miku menyanyikan berbagai jenis lagu lainnya.
Popularitas Hatsune dimulai dari banyaknya video dan lagu amatir yang diunggah (upload) ke situs Nico Nico Douga, semacam situs video sharing seperti YouTube tapi dikhususkan bagi negara Jepang. Dengan meningkatnya popularitas Hatsune, situs Nico Nico Douga dipenuhi hasil karya baik berupa lagu, remix, sampai animasi 2D dan 3D.
Hatsune semakin dikenal oleh publik dengan kemunculannya di anime atau kartun Jepang berjudul (Zoku) Sayonara Zetsubo Sensei dan permainan online PangYa. Ketenaran penyanyi virtual itu semakin melejit setelah diterbitkanya sebuah permainan untuk PSP yang berjudul Hatsune Miku: Project DIVA pada Juli 2009 dan diadakannya Live Concert Hatsune Miku dalam acara Animelo Summer Live pada Agustus 2009.
Penyanyi Lain
Selain Hatsune Miku, Vocaloid2 memiliki beberapa penyanyi lain di antaranya adalah Kagamine Rin dan Kagamine Len. Rin merupakan penyanyi virtual dalam Vocaloid2 yang memiliki suara laki laki, sedangkan Len bersuara perempuan.
Keduanya dibuat berdasarkan suara Asami Shimoda dan menggunakan pelafalan bahasa Jepang. Mereka tampil perdana di anime (Zoku) Sayonara Zetsubo Sensei.
Ada pula Megurine Luka yang memiliki suara wanita berusia sekitar 20 tahun dan dapat bernyanyi menggunakan pelafalan Jepang maupun Inggris. Suaranya dibuat dari sampling suara Yu Asakawa.
Megumi Nakajima, seorang penyanyi terkenal sekaligus pengisi suara berbagai anime terkenal menyumbangkan suaranya untuk Vocaloid dan diberi julukan Megpoid. Karakternya diilustrasikan sebagai perempuan dengan rambut hijau seperti karakter anime yang pernah ia isi suaranya yang bernama Ranka Lee dari anime Macross Frontier. Megpoid ditujukan untuk bernyanyi dengan pelafalan Jepang dengan lingkup suara dari F2 sampai A4.
Selain itu, ada Big-Al yang diciptakan dari sampling suara penyanyi rock Swedia. Demo lagunya yang pertama berjudul “Make Me Feel” disiapkan oleh Alexei Ustinov untuk perayaan Frankfurter Musikmesse 2007.
Dan yang paling unik adalah Sonika. Dia dapat menyanyikan lagu dalam berbagai jenis pelafalan, tidak terbatas pada lafal Inggris maupun Jepang. Bahkan Sonika dapat menyanyikan berbagai kombinasi konsonan maupun vokal.
Perangkat lunak Vocaloid2 mengizinkan kita untuk mengimpor file MIDI sehingga memudahkan pengguna yang ingin bernyanyi tetapi tidak memahami not musik. Vocaloid2 dapat menerima file MIDI multitrack dan memilih track tertentu untuk digunakan sebagai acuan bernyanyi.
Untuk mendapatkan kualitas nyanyian yang baik, pengguna dapat dengan mudah memanipulasi nada, pitch, tempo, vibrato suara serta aksen suara. Penasaran bagaimana Hatsune Miku bernyanyi dalam bahasa Indonesia? Silakan membuka situs http://ingamer.co.nr/vocaloid-indonesia-pusaka/ melalui komputer untuk mendengar Hatsune Miku bernyanyi “Indonesia Pusaka”.

“Indonesia Pusaka”
<B>DI<P> Jepang ada penyanyi terkenal bernama Hatsune Miku yang memiliki arti suara masa depan yang pertama. Uniknya, penyanyi terkenal ini bukanlah manusia melainkan sebuah software atau perangkat lunak dari sebuah perusahaan musik terkenal yang disebut Vocaloid2. Hanya dengan memasukkan nada dan lirik, kita dapat membuat komputer bernyanyi.
Hatsune Miku sendiri merupakan penyanyi yang pertama muncul di Vocaloid2. Suaranya dibuat dari <I>sampling<P> suara penyanyi terkenal Jepang bernama Saki Fujita. Meskipun suara nyanyian Hatsune Miku didesain untuk menyayikan lagu jenis J-Pop, banyak pengguna Vocaloid2 yang bisa membuat Miku menyanyikan berbagai jenis lagu lainnya.
Popularitas Hatsune dimulai dari banyaknya video dan lagu amatir yang diunggah (<I>upload<P>) ke situs Nico Nico Douga, semacam situs <I>video sharing<P> seperti YouTube tapi dikhususkan bagi negara Jepang. Dengan meningkatnya popularitas Hatsune, situs Nico Nico Douga dipenuhi hasil karya baik berupa lagu, <I>remix<P>, sampai animasi 2D dan 3D.
Hatsune semakin dikenal oleh publik dengan kemunculannya di anime atau kartun Jepang berjudul <I>(Zoku) Sayonara Zetsubo Sensei<P> dan permainan <I>online<P> PangYa. Ketenaran penyanyi virtual itu semakin melejit setelah diterbitkanya sebuah permainan untuk PSP yang berjudul Hatsune Miku: Project DIVA pada Juli 2009 dan diadakannya Live Concert Hatsune Miku dalam acara Animelo Summer Live pada Agustus 2009.
<B>Penyanyi Lain<P>
Selain Hatsune Miku, Vocaloid2 memiliki beberapa penyanyi lain di antaranya adalah Kagamine Rin dan Kagamine Len. Rin merupakan penyanyi virtual dalam Vocaloid2 yang memiliki suara laki laki, sedangkan Len bersuara perempuan.
Keduanya dibuat berdasarkan suara Asami Shimoda dan menggunakan pelafalan bahasa Jepang. Mereka tampil perdana di anime <I>(Zoku) Sayonara Zetsubo Sensei<P>.
Ada pula Megurine Luka yang memiliki suara wanita berusia sekitar 20 tahun dan dapat bernyanyi menggunakan pelafalan Jepang maupun Inggris. Suaranya dibuat dari <I>sampling<P> suara Yu Asakawa.
Megumi Nakajima, seorang penyanyi terkenal sekaligus pengisi suara berbagai anime terkenal menyumbangkan suaranya untuk Vocaloid dan diberi julukan Megpoid. Karakternya diilustrasikan sebagai perempuan dengan rambut hijau seperti karakter anime yang pernah ia isi suaranya yang bernama Ranka Lee dari anime <I>Macross Frontier<P>. Megpoid ditujukan untuk bernyanyi dengan pelafalan Jepang dengan lingkup suara dari F2 sampai A4.
Selain itu, ada Big-Al yang diciptakan dari <I>sampling<P> suara penyanyi rock Swedia. Demo lagunya yang pertama berjudul “Make Me Feel” disiapkan oleh Alexei Ustinov untuk perayaan Frankfurter Musikmesse 2007.
Dan yang paling unik adalah Sonika. Dia dapat menyanyikan lagu dalam berbagai jenis pelafalan, tidak terbatas pada lafal Inggris maupun Jepang. Bahkan Sonika dapat menyanyikan berbagai kombinasi konsonan maupun vokal.
Perangkat lunak Vocaloid2 mengizinkan kita untuk mengimpor file MIDI sehingga memudahkan pengguna yang ingin bernyanyi tetapi tidak memahami not musik. Vocaloid2 dapat menerima file MIDI <I>multitrack<P> dan memilih <I>track<P> tertentu untuk digunakan sebagai acuan bernyanyi.
Untuk mendapatkan kualitas nyanyian yang baik, pengguna dapat dengan mudah memanipulasi nada, <I>pitch<P>, tempo, vibrato suara serta aksen suara. Penasaran bagaimana Hatsune Miku bernyanyi dalam bahasa Indonesia? Silakan membuka situs http://ingamer.co.nr/vocaloid-indonesia-pusaka/ melalui komputer untuk mendengar Hatsune Miku bernyanyi “Indonesia Pusaka”. (45)
<B>Bayu Bramantya<P>
<I>Mahasiswa Teknik Arsitektur Undip<PHatsune Menyanyi
“Indonesia Pusaka”
<B>DI<P> Jepang ada penyanyi terkenal bernama Hatsune Miku yang memiliki arti suara masa depan yang pertama. Uniknya, penyanyi terkenal ini bukanlah manusia melainkan sebuah software atau perangkat lunak dari sebuah perusahaan musik terkenal yang disebut Vocaloid2. Hanya dengan memasukkan nada dan lirik, kita dapat membuat komputer bernyanyi.
Hatsune Miku sendiri merupakan penyanyi yang pertama muncul di Vocaloid2. Suaranya dibuat dari <I>sampling<P> suara penyanyi terkenal Jepang bernama Saki Fujita. Meskipun suara nyanyian Hatsune Miku didesain untuk menyayikan lagu jenis J-Pop, banyak pengguna Vocaloid2 yang bisa membuat Miku menyanyikan berbagai jenis lagu lainnya.
Popularitas Hatsune dimulai dari banyaknya video dan lagu amatir yang diunggah (<I>upload<P>) ke situs Nico Nico Douga, semacam situs <I>video sharing<P> seperti YouTube tapi dikhususkan bagi negara Jepang. Dengan meningkatnya popularitas Hatsune, situs Nico Nico Douga dipenuhi hasil karya baik berupa lagu, <I>remix<P>, sampai animasi 2D dan 3D.
Hatsune semakin dikenal oleh publik dengan kemunculannya di anime atau kartun Jepang berjudul <I>(Zoku) Sayonara Zetsubo Sensei<P> dan permainan <I>online<P> PangYa. Ketenaran penyanyi virtual itu semakin melejit setelah diterbitkanya sebuah permainan untuk PSP yang berjudul Hatsune Miku: Project DIVA pada Juli 2009 dan diadakannya Live Concert Hatsune Miku dalam acara Animelo Summer Live pada Agustus 2009.
<B>Penyanyi Lain<P>
Selain Hatsune Miku, Vocaloid2 memiliki beberapa penyanyi lain di antaranya adalah Kagamine Rin dan Kagamine Len. Rin merupakan penyanyi virtual dalam Vocaloid2 yang memiliki suara laki laki, sedangkan Len bersuara perempuan.
Keduanya dibuat berdasarkan suara Asami Shimoda dan menggunakan pelafalan bahasa Jepang. Mereka tampil perdana di anime <I>(Zoku) Sayonara Zetsubo Sensei<P>.
Ada pula Megurine Luka yang memiliki suara wanita berusia sekitar 20 tahun dan dapat bernyanyi menggunakan pelafalan Jepang maupun Inggris. Suaranya dibuat dari <I>sampling<P> suara Yu Asakawa.
Megumi Nakajima, seorang penyanyi terkenal sekaligus pengisi suara berbagai anime terkenal menyumbangkan suaranya untuk Vocaloid dan diberi julukan Megpoid. Karakternya diilustrasikan sebagai perempuan dengan rambut hijau seperti karakter anime yang pernah ia isi suaranya yang bernama Ranka Lee dari anime <I>Macross Frontier<P>. Megpoid ditujukan untuk bernyanyi dengan pelafalan Jepang dengan lingkup suara dari F2 sampai A4.
Selain itu, ada Big-Al yang diciptakan dari <I>sampling<P> suara penyanyi rock Swedia. Demo lagunya yang pertama berjudul “Make Me Feel” disiapkan oleh Alexei Ustinov untuk perayaan Frankfurter Musikmesse 2007.
Dan yang paling unik adalah Sonika. Dia dapat menyanyikan lagu dalam berbagai jenis pelafalan, tidak terbatas pada lafal Inggris maupun Jepang. Bahkan Sonika dapat menyanyikan berbagai kombinasi konsonan maupun vokal.
Perangkat lunak Vocaloid2 mengizinkan kita untuk mengimpor file MIDI sehingga memudahkan pengguna yang ingin bernyanyi tetapi tidak memahami not musik. Vocaloid2 dapat menerima file MIDI <I>multitrack<P> dan memilih <I>track<P> tertentu untuk digunakan sebagai acuan bernyanyi.
Untuk mendapatkan kualitas nyanyian yang baik, pengguna dapat dengan mudah memanipulasi nada, <I>pitch<P>, tempo, vibrato suara serta aksen suara. Penasaran bagaimana Hatsune Miku bernyanyi dalam bahasa Indonesia? Silakan membuka situs http://ingamer.co.nr/vocaloid-indonesia-pusaka/ melalui komputer untuk mendengar Hatsune Miku bernyanyi “Indonesia Pusaka”. (45)
<B>Bayu Bramantya<P>
<I>Mahasiswa Teknik Arsitektur Undip<P>

3 Responses to “Hatsune Menyanyi "Indonesia Pusaka"”

  1. prayogi2k Says:

    Mas-mas, Mbak-mbak ada yang tahu link lain untuk ngunduh Indonesia Pusaka Miku? karena di link di atas sudah broken.thanks.

  2. aaaa Says:

    gag tau ya..

  3. Jalu Says:

    gua dah pya tuh

Leave a Reply